Vinicius Junior dan Kerasnya Rasisme di La Liga

Kerasnya Rasisme di LaLiga

Kerasnya Rasisme di LaLiga ,Liga spanyol kembali lagi diwarnai dengan momen tidak suportif, dimana salah satu pemain Real Madrid yaitu Vinicius Junior mendapatkan perlakuan rasial kala berdua dengan Valencia pada lanjutan Liga Spanyol pekan ke 35. Sejatinya laga tersebut berlangsung sangat menarik, hingga akhirnya terjadi suatu momen dimana Vinicius mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari fans Valencia. Sebagai informasi untuk sobat bocoranbola.org bahwa rasisme yang terjadi di Liga Spanyol susah berlangsung sejak lama. Perlakuan rasial yang ada dalam dunia olahraga tentu saja sangat menciderai banyak orang dan tentu klub tersebut. Seperti yang kita tahu bersama bahwa tindakan rasis merupakan salah satu tindakan yang sangat dikutuk, hal tersebut karena dapat melanggar prinsip- prinsip hak asasi manusia. Rasisme tentunya harus dihapuskan dalam berbagai aspek termasuk olahraga, hal tersebut bertujuan agar olahraga berlangsung sebagaimana mestinya tanpa ada gesekan yang menyangkut pautkan seseorang.

Kerasnya Rasisme di LaLiga Perlakuan rasial yang didapatkan

Perlakuan rasial yang didapatkan seseorang biasanya beragam, kita ambil contoh kejadian yang dialami Vinicius Junior yang saat itu mendapatkan serangan dari fans Valencia dengan lontaran kata- kata yang tidak pantas. Selain dapat menyakiti seseorang, ternyata rasisme dalam sebuah kompetisi sepak bola secara tidak langsung dapat mencoreng nama baik kompetensi tersebut. Untuk menjaga ketenangan, maka para pemain maupun fans dituntut untuk bersikap lebih profesional dengan menaruh respect satu sama lain. Sebagai informasi untuk sobat bocoranbola.org, bahwa kasus Rasisme yang terjadi pada dunia sepakbola sudah terjadi sejak lama. Namun minimnya sanksi menjadi salah satu alasan tindakan tidak terpuji tersebut masih terjadi di sepakbola bahkan hingga saat ini.

Apa yang terjadi Vinicius Junior jelas menciderai persepakbolaan Spanyol. Hal tersebut karena Vinicius Junior bukanlah satu-satunya pemain yang pernah mendapatkan tindakan rasial dari fans. Sebagai informasi untuk sobat bocoranbola.org, bahwa pada tahun 2019 yang lalu pemain Valencia Mouctar Diakhaby juga pernah mendapatkan perlakuan yang serupa dari fans Cadiz pada lanjutan Liga Spanyol 2 tahun silam. Kejadian tersebut tentunya sangat tidak diinginkan baik oleh pemain maupun penyelenggara, karena bagaimanapun mencampur adukkan antara olahraga dan tindakan rasial bukan tindakan yang etis, tindakan tersebut justru berpotensi menjadi pemecah belah dikala euforia fans akan sepak bola Spanyol. Dengan adanya kejadia ini, maka secara otomatis persepakbolaan Spanyol menjadi yang paling disorot. Melihat banyaknya kasus rasial yang terjadi di Liga Spanyol, maka sudah seharusnya para petinggi Liga Spanyol mengambil tindakan terhadap oknum-oknum yang melakukan aksi rasial.

Kerasnya Rasisme di La Liga Rasisme dalam Dunia Sepakbola

Kasus yang dialami Vinicius Junior tentunya sangat membuat para pecinta sepakbola diseluruh dunia terheran-heran. Bagaimana tidak, Vinicius Junior dikenal sebagai salah satu pemain Real Madrid yang sangat hebat dan tentunya banyak orang menantikan aksinya di lapangan hijau. Namun hal berbeda justru ditujukan oleh oknum fans Valencia yang tidak suka melihat Vinicius Junior. Seperti yang sobat bocoranbola.org, Vinicius Junior merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Real Madrid saat ini. Mereka yang melakukan aksi rasial kepada Vini bisa saja dilandasi karena ketidaksukaan mereka terhadap kehebatan Vinicius Junior. Vinicius pada musim ini tampil sangat superior dimana dirinya sering membantu timnya untuk meraih kemenangan. Apa yang terjadi pada Vinicius Junior sekali lagi mengingatkan bahwa rasisme belum sepenuhnya dapat dihapuskan dalam dunia olahraga. Para oknum biasanya melakukan tindakan rasial yang didasarkan oleh beberapa hal, seperti etnis dan juga warna kulit. 

Dengan adanya tindakan rasial dalam sepakbola tentu memberikan isyarat bahwa sepakbola juga menjadi salah satu olahraga yang belum aman dari tindakan rasisme. Untuk menyikapi permasalahan ini, para petinggi kompetisi Liga Spanyol dan juga pihak klub harus mengambil tindakan tegas kepada siapa saja yang berani melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Sepakbola seharusnya menjadi tontonan yang menghibur, bukan dijadikan ajang untuk melakukan tindakan – tindakan yang tidak terpuji. Sebagai informasi untuk sobat bocoranbola.org bahwa Vinicius Junior dan Mouctar Diakhaby menjadi dua pemain yang pernah merasakan secara langsung bagaimana kerasnya tindakan rasisme yang ditunjukkan oleh para fans.

Kerasnya Rasisme di LaLiga mewarnai sepakbola

Ketika tindakan Rasisme mewarnai sepakbola, maka persepakbolaan tersebut tidak akan indah lagi untuk disaksikan. Seharusnya federasi sepak bola dunia (FIFA) mulai membuat regulasi yang sangatlah tegas kepada para pelaku rasisme. Ketegasan dalam menghadapi tindakan rasial jelas diperlukan karena bagaimanapun tindakan tersebut sangat menciderai aspek-aspek kehidupan manusia. Para fans sudah seharusnya bersikap lebih dewasa dengan memberikan support kepada para pemain tanpa harus melontarkan ujaran kebencian.

Rasisme bukan hanya terjadi di Liga Spanyol saja, akan tetapi di kompetisi lainnya juga pernah terjadi tindakan serupa. Lebih parahnya lagi, mereka yang melakukan tindakan rasial tidak memikirkan dampak yang akan mereka terima setelah melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Padahal kita tahu sendiri bahwa pada kasus yang dialami oleh Vinicius Junior, Federasi Sepakbola Spanyol telah mengambil tindakan tegas dengan menjatuhi denda kepada Valencia serta menghukum para oknum yang melakukan tindakan rasial tersebut. Dengan adanya ketegasan dalam sepakbola, maka diharapkan tidak ada lagi tindakan rasis yang terjadi sehingga sepakbola dapat menjadi olahraga yang sehat tanpa adanya tindakan diskriminatif.

Vinicius Junior dan Kejamnya Rasisme di Liga Spanyol

Perlakuan rasial yang diterima Vinicius Junior jelas sangat tidak diinginkan oleh setiap orang, hal tersebut karena pada laga kontra Valencia, Vinicius Junior dihujani dengan kata- kata tidak pantas oleh para fans Valencia. Sebagai akibat dari tindakannya tersebut, Vinicius Junior murka dan akhirnya sempat bersitegang dengan kiper Valencia. Sebagai informasi untuk sobat bocoranbola.org bahwa perlakuan rasial yang terjadi pada Vinicius Junior bukan kali pertama di Liga Spanyol . Meskipun demikian tindakan rasial tetap harus menjadi perhatian yang serius mengingat kasus seperti ini terjadi secara terus-menerus. Pada pertandingan kontra Valencia tersebut, Vinicius harus diganjar kartu merah karena melakukan protes yang berlebihan. Padahal apabila dilihat dari apa yang terjadi di lapangan, tentu tidak seharusnya Vinicius Junior mendapatkan kartu merah pada laga tersebut. 

Baca juga : Cristiano Ronaldo, Sang Legenda yang Namanya Akan Selalu Dikenang Para Fans Sepak Bola

Setelah apa yang dialami oleh Vinicius Junior, banyak pihak menyimpan rasa simpati dan dukungannya terhadap Vinicius Junior. Hal tersebut ditunjukkan langsung oleh pelatih El Real Carlo Ancelotti, dimana ia tidak mempermasalahkan timnya yang saat itu kalah 1-0 melawan Valencia, justru yang dipertanyakan Don Carlo adalah bagaimana sikap petinggi La Liga dalam menangani kasus Rasisme seperti yang dialami oleh Vinicius Junior. Perlu sobat bocoranbola.org bahwa setelah itu banyak dukungan datang kepada Vinicius Junior, salah satunya yaitu momen respect yang ditunjukkan Real Madrid saat melawan Real Valladolid, dimana ketika itu seluruh pemain Real Madrid kompak mengenakan pakaian dengan nama Vinicius Junior yang disusul oleh membentangkan mendera anti rasis yang dilakukan oleh para pemain Madrid dan juga Valladolid. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa tidak akan ada ruang bagi para oknum untuk melakukan tindakan rasial.

Apa yang dialami Vinicius Junior tentunya sangat menciderai persepakbolaan Spanyol, mengingat rasisme di Spanyol bukan hanya dialami oleh Vinicius Junior saja. Sudah banyak pemain yang merasakan secara langsung bagaiman kerasnya Rasisme di persepakbolaan Spanyol. Dengan demikian maka berbagai pihak harus secara bersama sama memerangi rasisme karena bagaimanapun tindakan rasisme dapat merusak citra sepakbola itu sendiri. Slogan “say no to racism” sudah seharusnya dikumandangkan oleh para pemain dan juga fans sebelum.

One thought on “Kerasnya Rasisme di LaLiga”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *